Aku mengintipmu lagi
Lewat aroma rokok
Yang sama-sama kita icip
Pada ujung batang putih langsing
Satu malam yang tanganmu dingin menggenggamku
Menyebrangi jalan dan hinggap ke ruang hedonis
Lalu kau berkata:
Kita melawan kode etik penyair
Lebih baik cari saja ruang seduh
Melawan batasbatas yang melelahkan
Di lentik alismu
Aku menebak candu
tentang seorang penyair
Menggelitik waktu untuk berhenti
Dan ngisap lagi batang batang baru
Akankah kau datang
Ke lorong rindu
Tanpa mengganggu istriku tidur
Menyelinap ke pintu belakang
Setelah garis tangan itu
Membuka jalan menuju cinta
sementara
sepanjang insomnia
Aku masih mencium aroma
Dari ujung yang mengintipmu
“Bandung 24 Mei 2009”
like it
BalasHapus