Segala kedipku adalah kata-kata
Menyimakmu dari arah mata berbeda
Dan selalu sajak yang mengundang kita
Pada setiap bait yang belum pernah jumpa
Sedang, yang kumaknai adalah isyarat tentang dunia
Dalam sederet kata yang dipadukan menjadi perjumpaan
Maya adalah dunia yang tak berjarak bagi kita
Sebab sajak selalu dibaca dengan jejak kita
--sajakku selalu ingin mereda semesta
namun biarlah matamu saja
yang membaca
Kau adalah bait pertama
Biarlah aku menjadi bait sesudahnya
2010
0 komentar:
Poskan Komentar